Senin, 14 Januari 2013


Materi “kader” Dalam Perkaderan dan Pengkaderan IMM
Assalamualaikum Wr. Wb.
Seperti yang sudah dirumuskan dalam Anggaran Dasar IMM dan Tujuan IMM adalah: “mengusahakan terbentuknya akademisi muslim yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah” berangkat dari sinilah yang menjadikan semangat perjuangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM) sebagai gerakan mahasiswa untuk melakukan sebuah pencerahan yang memiliki identitas terdalamnya yakni Tri Cita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Realitas saat ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang tidak lepas dari sejarahnya sebagai organisasi perkaderan yang tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan kader adalah hal yang penting sebagai regenerasi suatu roda organisasi dimana kader-kader tersebut adalah sebagai “iron stock” pewaris dan penerus tampuk pimpinan umat, dalam hal ini, organisasi IMM, yang juga sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.
Maka dalam hal ini, kader atau Sumber Daya Manusia “SDM” merupakan obyek atau materi yang riil dalam pengelolaan regenerasi perkaderan, dan menjadi kebutuhan yang sangat urgen dalam perkaderan ataupun pengkaderan yakni kualitas dan kuantitas. Dalam hal ini, dinamika pergerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dibawah cengkraman budaya hedonisme mahasiswa, yang tertancap dalam ego individu dan memilih hidup dalam kemapanan-kemapanan, bersantai, berbisnis, atau mungkin berwirausaha yang lebih menguntungkan? Dan lebih menggiurkan?, melihat dari sini, maka kebutuhan-kebutuhan perkaderan atau pengkaderan akan jauh dari koridor awal bahwa terbentuknya kualitas kader yang  progresif dan militan sebagai regenerasi organisasi akan tidak mudah untuk terpenuhi. Historisitas perjalanan IMM  melalui berbagai dialektika sejarahnya, yang dahulu memiliki sumber daya manusia yang unggul sebagai petarung dalam dinamika organisasi dan berbeda jauh dari saat ini karena sistem perkaderan sekarang memiliki tantangan yang lebih berat dalam pengelolaan materi “kader” yang selalu bergerak secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, maka dari itu dalam pergerakan sistem perkaderan maupun pengkaderan juga harus bisa berkembang dan berinovasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Dan, bentuk-bentuk konsepsi yang baru dalam sistem perkaderan atau pengkaderan adalah sebuah entitas kader yang memiliki ciri keseimbangan identitasnya Intelektualitas, Religiusitas, dan Humanitas. Dan dalam bentuk konsepsi sistem perkaderan dan pengkaderan nantinya meniscayakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan selalu berinovasi dan berkembang secara dinamis sehingga mampu mengembangkan potensi yang dimiliki kader-kader IMM, sehingga nantinya mampu mengaktulisasikan dirinya dan selalu berfstabiqul khoirot. Maka dari itu kerangka gerakanharus terfokus pada basis kaderisasi demi tercapainya tujuan IMM.
Billahi fi sabililhaq, fastabiqul khoirot
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh                           Imm. Abdul Muis Nahari
*tugas makalah syarat ideopolitor IMM Aufklarung, meski ala kadarnya ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar