Assalamualaikum Wr. Wb.
Seperti
yang sudah dirumuskan dalam Anggaran Dasar IMM dan Tujuan IMM adalah: “mengusahakan terbentuknya akademisi muslim
yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah” berangkat
dari sinilah yang menjadikan semangat perjuangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiya
(IMM) sebagai gerakan mahasiswa untuk melakukan sebuah pencerahan yang memiliki
identitas terdalamnya yakni Tri Cita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Realitas
saat ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang tidak lepas dari sejarahnya
sebagai organisasi perkaderan yang tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan kader
adalah hal yang penting sebagai regenerasi suatu roda organisasi dimana
kader-kader tersebut adalah sebagai “iron stock” pewaris dan penerus tampuk
pimpinan umat, dalam hal ini, organisasi IMM, yang juga sebagai pelopor,
pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.
Maka
dalam hal ini, kader atau Sumber Daya Manusia “SDM” merupakan obyek atau materi
yang riil dalam pengelolaan regenerasi perkaderan, dan menjadi kebutuhan yang
sangat urgen dalam perkaderan ataupun pengkaderan yakni kualitas dan kuantitas.
Dalam hal ini, dinamika pergerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dibawah
cengkraman budaya hedonisme mahasiswa, yang tertancap dalam ego individu dan
memilih hidup dalam kemapanan-kemapanan, bersantai, berbisnis, atau mungkin
berwirausaha yang lebih menguntungkan? Dan lebih menggiurkan?, melihat dari
sini, maka kebutuhan-kebutuhan perkaderan atau pengkaderan akan jauh dari
koridor awal bahwa terbentuknya kualitas kader yang progresif dan militan sebagai regenerasi organisasi
akan tidak mudah untuk terpenuhi. Historisitas perjalanan IMM melalui berbagai dialektika sejarahnya, yang
dahulu memiliki sumber daya manusia yang unggul sebagai petarung dalam dinamika
organisasi dan berbeda jauh dari saat ini karena sistem perkaderan sekarang
memiliki tantangan yang lebih berat dalam pengelolaan materi “kader” yang
selalu bergerak secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, maka dari itu
dalam pergerakan sistem perkaderan maupun pengkaderan juga harus bisa
berkembang dan berinovasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Dan,
bentuk-bentuk konsepsi yang baru dalam sistem perkaderan atau pengkaderan
adalah sebuah entitas kader yang memiliki ciri keseimbangan identitasnya Intelektualitas, Religiusitas, dan Humanitas.
Dan dalam bentuk konsepsi sistem perkaderan dan pengkaderan nantinya
meniscayakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan selalu berinovasi dan
berkembang secara dinamis sehingga mampu mengembangkan potensi yang dimiliki
kader-kader IMM, sehingga nantinya mampu mengaktulisasikan dirinya dan selalu
berfstabiqul khoirot. Maka dari itu kerangka gerakanharus terfokus pada basis
kaderisasi demi tercapainya tujuan IMM.
Billahi
fi sabililhaq, fastabiqul khoirot
Wassalamu’alaikum
Warohmatullahi Wabarokatuh Imm. Abdul Muis Nahari